Penjual Songkok atau Peci Jelang Ramadhan Menjamur di Kota Makassar, Sulawesi Selatan
INDNEWSROOM.WEB.ID --- Menjelang Ramadhan tahun 1447 Hijriah, para penjual peci atau songkok di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mulai banyak muncul.
Di Jalan Masjid Raya, kawasan Masjid Al Markaz Al Islami, Kelurahan Timungang Lompoa, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, pada hari Minggu (15 Februari 2026).
Belasan lapak penjual songkok dan peci terlihat berderet di tepi Jl Masjid Raya, tidak jauh dari gerbang Selatan Masjid Al Markaz.
Lokasinya dipilih menghadap langsung ke sisi selatan Pasar Terong.
Mereka tampak menawarkan berbagai macam peci dan songkok, serta menjual sajadah dan peralatan ibadah lainnya.
Salah satu penjual bernama Nunung (40), mengatakan, bahwa ia sudah menjual songkok selama tiga hari terakhir.
Warga di Jalan Kandea menyampaikan bahwa pembeli yang datang belum terlalu banyak.
“Kalau sampai sekarang baru ada satu, dua, atau tiga orang yang datang membeli,” kata Nunung.
Selama tiga hari ini, kata Nunung, kebanyakan pembeli mencari peci hitam dan berbagai jenis songkok rajut.
Peci hitam menurut dia sering dicari karena sering dipakai dalam acara formal.
Sementara jenis rajutan sering dipilih karena bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam saku.
"Ada juga topi Taliban dan Abasya," kata ibu tiga anak ini.
“Merkek nasional juga banyak dicari, seperti peci hitam dan songkok untuk anak-anak,” lanjutnya.
Secara keseluruhan, kata dia, jenis dan model songkok saat ini tidak berubah.
“Perubahan utamanya pada warna, tapi secara keseluruhan modelnya tetap sama,” kata Nunung.
Harga songkok yang dijual oleh Nunung mulai dari Rp10 ribu sampai ratusan ribu rupiah.
“Yang Rp10 ribu itu adalah yang dirajut, sedangkan yang paling mahal bisa sampai Rp250 ribu. Untuk model songkok Recca, harganya juga tergantung bahan yang digunakan,” jelas Nunung.
“Kalau yang paling mahal, seperti songkok Recca dari bahan tembaga, harganya bisa mencapai Rp400 sampai Rp600 ribu,” tambahnya.
Pedagang lain yang dekat, Arni, juga menyatakan bahwa pembeli yang datang belum terlalu banyak.
“Masih sepi ya, biasanya di awal-awal Ramadhan atau di tengah-tengah sampai akhir baru mulai ramai,” katanya. (*)
