Ini Kisah Heroik Nelayan Asal Jeneponto Terombang-ambing di Laut Lepas Selama 24 Jam

 

NEWS ROOM, JENEPONTO — Garis takdir masih berpihak pada Heril. Nelayan asal Pao, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan ini berhasil lolos dari maut setelah sempat dinyatakan hilang di laut lepas.

Perjuangan hidup dan mati Heril berakhir bahagia saat, dirinya ditemukan selamat pada Senin (2/2/2026). Ia berhasil dievakuasi setelah melewati masa-masa paling mencekam dalam hidupnya.

Peristiwa ini bermula saat Heril melaut di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda perairan Sulawesi Selatan. Di tengah laut lepas, perahu kayu yang digunakan dihantam ombak besar hingga terbalik.

Tanpa pelampung dan jauh dari daratan, Heril tidak punya pilihan selain bertahan pada satu-satunya benda yang masih mengapung: badan perahunya yang sudah terbalik.

Selama satu hari satu malam, Heril terombang-ambing di bawah guyuran hujan dan hantaman ombak yang tak kunjung reda.

Dinginnya malam dan rasa haus yang mendera tak mematahkan semangatnya untuk bertahan hidup demi keluarga yang menanti di rumah.

"Sedikit lagi saya sudah tidak bertahan, saya sudah hampir tenggelam, beruntung ada (nelayan) lain yang menyelamatkan," katanya menceritakan kepada tim SAR yang menemuinya.

Heril adalah warga Dusun Kaloko, Desa Pao, Kecamatan Tarowang , Kabupaten Jeneponto.  Keajaiban datang saat sebuah kapal nelayan asal Kabupaten Bantaeng melintas di sekitar perairan Bulukumba.

Mereka melihat sosok pria yang lemas tengah memeluk perahu yang terbalik. Dengan sigap, nelayan tersebut mengevakuasi Heril dan membawanya menuju daratan di Desa Baruga, Kecamatan Pajukukang, Bantaeng.

Segera setelah menginjakkan kaki di tanah, Heril langsung menghubungi keluarganya di Jeneponto. Kabar keselamatannya disambut isak tangis haru.

Dengan ditemukannya Heril, Tim gabungan segera bergerak cepat ke kabupaten tetangga untuk menjemput korban.

Sinergi yang apik antara instansi terkait memastikan Heril bisa segera dipulangkan ke kampung halamannya di Kecamatan Tarowang.

Meski berakhir bahagia, peristiwa ini menjadi alarm bagi para pelaut lainnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto juga mengeluarkan himbauan tegas bagi seluruh nelayan.

"Kami mengimbau para nelayan untuk selalu waspada, memperhatikan prakiraan cuaca, dan yang terpenting, selalu melengkapi diri dengan alat keselamatan sebelum melaut. Cuaca ekstrem saat ini sulit diprediksi," tulis keterangan resmi BPBD.

Mereka juga berterima kasih kepada seluruh unsur potensi SAR, warga dan nelayan yang terlibat dalam proses penyelamatan ini.

"Terima kasih banyak Tim SAR dan pihak-pihak terkait yang sudah membantu menyelamatkan warga kami. Kerja sama TIM SAR dan Pihak terlibat hari ini membuktikan bahwa kemanusiaan di atas segalanya. Sehat selalu para pejuang kemanusiaan," tulis dalam laman facebook Pusdalops BPBD Jeneponto.

Kini, Heril telah berkumpul kembali dengan keluarga tercinta. Sebuah pengingat nyata bahwa di balik tenangnya air laut, tersimpan kekuatan besar yang menuntut kewaspadaan setiap saat. (*)

TONTON VIDEO LAINNYA:

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
banner

Advertisement

>

Formulir Kontak