DOR..DOR..! Tim Pegasus Lumpuhkan Betis Kaki Kanan Pelaku Curnak di Jeneponto

NEWS ROOM, JENEPONTO — Tim Pegasus Resmob Polres Jeneponto, Polda Sulawesi Selatan berhasil melakukan penangkapan terhadap kasus pencurian hewan ternak (curnak) yang selama ini meresahkan warga.

Pria yang berhasil diringkus itu adalah HN alias Daeng Ngero. Upaya penangkapan terhadap HN ini berlangsung dramatis.

Tim Pegasus Polres Jeneponto saat itu melakukan penggerebekan di kediaman HN. Tepatnya, di Dusun Taipa Tinggia, Desa Gunung Silanu, Kecamatan Bangkala sekira pukul 17.00 WITA. Rabu (3/2/2026).

Pengungkapan kasus langsung dipimpin Dantim Pegasus, Aiptu Abd Rasyad.  Saat penangkapan berlangsung, Polisi sempat bersitegang dengan keluarga HN.

Mereka mengaku tak mengetahui dimana keberadaan Daeng Ngero. "Dimana HN? dimana, lari kemana dia," kata petugas kepolisian saat menggerebek kediaman HN.

Polisi kala itu juga menenangkan seisi rumah, mereka juga menjelaskan bahwa HN hanya dijemput untuk dibawa ke Polres Jeneponto.

Namun, HN yang mengetahui kedatangan polisi, langsung mencoba melarikan diri.

Letupan senjata warnai penangkapan di lokasi, warga yang berada di lokasi histeris tak karuan melihat HN ditangkap secara dramatis.

Tembakan peringatan ke udara beberapa kali dilepaskan petugas. Bahkan warga berteriak histeris, "Apa kodong salahnya andikku (adek saya), apa kodong, tidak ada salahnya kodong (kasihan), kenapa diambil?," teriak histeris warga di lokasi.

Tak lama berselang, polisi akhirnya mendapat HN sementara berusaha kabur. Namun upayanya itu gagal. "Borgol cepat, borgol itu (HN). Warga diam, mundur, jangan ganggu tugas saya," teriak Rasyad dan sejumlah personel Tim Pegasus sembari meringkus HN di jalan.

Saat dilakukan pengembangan ke sejumlah lokasi, pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan terukur pada bagian betis kaki kanannya, itu karena berusaha kabur dan melawan petugas.

Diketahui, HN adalah pelaku curnak yang meresahkan warga sejak tahun 2023 hingga 2025. Pelarian dan aksinya kini akhirnya terhenti.

"Petugas sudah memberikan peringatan dengan suara lantang dan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali, namun pelaku tetap tidak mengindahkan. Akhirnya, dilakukan tindakan tegas terukur yang mengenai kaki kanan pelaku," jelas Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Nurman melalui keterangan tertulisnya, Rabu malam (4/2).

Pasca dilumpuhkan, pelaku langsung dilarikan ke RSUD Lanto Dg Pasewang untuk mendapatkan perawatan medis sebelum dijebloskan ke sel tahanan Polres Jeneponto.

Dalam menjalankan aksinya, Dg Ngero tidak sendirian. Ia mengaku bekerja sama dengan dua rekannya berinisial IW dan IA.

Sementara itu, satu rekan lainnya bernama AN alias Karaeng Bulu sudah lebih dulu diringkus, dan kini tengah menjalani proses hukum di Polsek Tamalatea.

"Saat ini dua rekan pelaku lainnya masih dalam pengejaran intensif oleh Tim Pegasus. Kami tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kriminalitas yang merugikan masyarakat, terutama para petani dan pekebun," tegas AKP Nurman.(*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
banner

Advertisement

>

Formulir Kontak