NEWS ROOM — Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan sekutunya terkait keselamatan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Pezeshkian menegaskan bahwa segala bentuk serangan terhadap Khamenei, termasuk jika menyebabkan kematian, akan dianggap sebagai deklarasi perang habis-habisan terhadap bangsa Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian melalui akun media sosial X pada Minggu (18/1/2026), di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.
“Serangan terhadap pemimpin besar kami sama dengan perang habis-habisan terhadap bangsa Iran,” tulis Pezeshkian.
BACA JUGA: VIDEO: Bangkai Pesawat ATR 42-500, Jendelanya Hancur Porak-poranda di Gunung Bulusaraung Pangkep
Peringatan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyerukan perlunya perubahan kepemimpinan di Iran.
Dalam wawancara dengan Politico sehari sebelumnya, Trump menyebut Ayatollah Khamenei sebagai “orang sakit” dan menilai kepemimpinannya gagal membawa Iran ke arah yang lebih baik.
Teheran merespons cepat. Selain pernyataan Pezeshkian, Ayatollah Khamenei juga mengecam Trump dan menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang berupaya melemahkan dan “menelan Iran” melalui tekanan politik dan ekonomi.
Pezeshkian turut menyalahkan kebijakan luar negeri AS, khususnya sanksi ekonomi dan tekanan diplomatik, yang dinilai telah memperburuk kondisi ekonomi dan sosial Iran serta memperdalam ketegangan kedua negara.
Ketegangan ini terjadi di tengah situasi domestik Iran yang juga tidak stabil. Sejumlah kota dilanda protes besar akibat tekanan ekonomi, persoalan sosial, dan kebijakan pemerintah.
BACA JUGA: Basarnas Optimalkan Golden Time Evakuasi Korban Pesawat Jatuh di Medan Ekstrem
Aparat keamanan merespons aksi tersebut dengan pembatasan internet dan penahanan massal terhadap demonstran.
Pengamat menilai pernyataan keras Presiden Iran tidak hanya ditujukan kepada Washington, tetapi juga sebagai sinyal kepada sekutu AS di kawasan Timur Tengah, termasuk Israel.
Dalam beberapa bulan terakhir, eskalasi konflik regional dan perubahan dinamika geopolitik turut meningkatkan risiko konfrontasi terbuka di kawasan tersebut.
Peringatan Pezeshkian menegaskan sikap Iran yang menganggap figur Pemimpin Tertinggi sebagai simbol kedaulatan nasional, sekaligus menunjukkan bahwa hubungan Iran–AS berada pada titik paling tegang dalam beberapa tahun terakhir. (*)
